Artikel


Hindari 7 Kesalahan Ini Dalam Menjalin Hubungan

Published at 13 - 12 - 2019

Kesalahan dalam menjalin hubungan ada yang mudah dilihat dengan mata telanjang, ada juga yang luput lalu menumpuk. Hingga akhirnya jadi biang keladi keretakan hubungan. Lantas, bagaimana cara menghindarinya?

Ekspektasi kita inginnya hubungan langgeng, keintiman bersama pasangan terjaga, selalu punya waktu spesial berdua. Tapi realitasnya, terkadang kita masih saja melakukan hal-hal yang malah bikin hubungan berjalan ke jalur berlawanan.

Baca juga: Berbuat Salah? Ini Cara Meminta Maaf Yang Tepat Ke Pasangan

Bisa jadi konsep hubungan yang ideal dari setiap orang akan berbeda. Ada yang memang mampu saling mendukung satu sama lain dan mengutamakan keterbukaan bersama atau memimpikan hubungan laiknya film-film drama romantis.

Namun, dari semua perbedaan itu sendiri tentunya ada hal-hal kecil yang ternyata mempunyai efek besar untuk menjaga sebuah hubungan. Hal terpenting memang seharusnya dalam setiap hubungan yang sehat tercipta keterbukaan satu sama lain.

Dari keterbukaan ini kamu dan pasangan bisa dengan mudah melihat secara luas apa saja hal-hal baik yang ada di antara kalian berdua. Dan secara bersamaan bisa mewaspadai hubungan dari hal-hal yang dapat merusak hubungan.

Nah, bila dalam hubungan kamu dan pasangan sekarang terjadi hal-hal di bawah ini, segera ambil solusi bersama ya!

Selalu Bilang “Nothing is wrong”

Terkadang, saat kamu atau pasangan berbuat salah tak lantas langsung membicarakan bersama. Sering kali yang terjadi, satu pihak (baik itu kamu atau si dia) malah mengabaikannya dan merasa yang dilakukan adalah hal sepele. Lalu, saat kamu atau si dia bertanya: “Kamu kenapa?” atau “Apa yang salah?” jawabannya malah selalu dengan the magic word: “Ga apa-apa kok, ga ada yang salah.”

Sejujurnya jawaban klasik ini tidak akan membawa hubungan kamu dan si dia ke arah hubungan yang sehat. Tinggal tunggu waktu saja semua akan jadi bom waktu yang akan meledak dengan luapan kemarahan.

Solusi: Setiap masalah, baik itu besar atau kecil yang terjadi di antara hubungan kamu dan si dia jangan pernah dianggap sepele. Sebisa mungkin selesaikan di hari yang sama. Bahkan, sebelum kamu dan si dia menuju waktu tidur.

Kurang Komunikasi

Apa kebiasaan yang kamu lakukan begitu sampai di rumah: Masih sempat mengobrol bersama dengan pasangan atau malah sibuk dengan kerjaan membalas berbagai e-mail dari handphone? Ah mungkin dalam pikiranmu, si dia pasti paham kok kesibukan kamu.

Well, sebenarnya kualitas itu lebih berharga dibanding kuantitas dalam sebuah hubungan. Punya waktu bersama bahkan untuk sekadar bersantai bersama sambil menonton series kesayangan berdua akan membuat hubungan bertahan lama.

Solusi: Batasi penggunaan handphone saat kamu sudah bersama dengan pasangan. Berikan waktu kamu untuk si dia lebih banyak. Ingatlah, beban kerja kamu bisa menunggu jam kerja esok harinya, tapi waktu bersama pasangan apa yakin mau dilewatkan begitu saja?

Cemburu Berlebih

Cemburu itu sebenarnya hal yang manis, lho. Asalkan masih dalam kadar yang minimal dan bisa dikontrol dengan baik. Kalau sudah berlebihan dan cemburuan tanpa dasar, akan sangat merepotkan juga.

Baca juga: 3 Manfaat Madu Untuk Mendukung Stamina Pria

Solusi: Kamu atau si dia yang pencemburu, sebaiknya setiap pihak mengutarakan kecemasan dan ketakutannya atas rasa cemburu yang dirasakan. Kalau sudah terbuka, kamu atau si dia tidak perlu lagi inisiatif bermain peran sebagai detektif untuk mengumpulkan bukti yang tidak jelas, bukan? Di sisi lain, kamu dan si dia bisa mengurangi kebiasaan yang bisa membuat cemburu.

Mengumbar Kembali Masa Lalu

Mengenal baik dan buruk pasangan seharusnya sudah terjadi jauh sebelum kamu dan si dia akhirnya memutuskan menikah. Semakin lama kamu menjalani hubungan dengan pasangan, tentunya semakin mengetahui lapisan terdalam dari pasangan. Termasuk masa lalu baik dan buruk dari si dia.

Jangan sampai setiap kali bertengkar, kamu membawa masa lalunya yang buruk sebagai senjata untuk menyerangnya. Bahkan, tak sedikit pasangan yang menjadikan masa lalu ini sebagai ancaman untuk berpisah.

Solusi: Selalu ada alasan mengapa masa lalu disebut masa lalu. Ya karena semua itu terjadi di masa lalu. Kamu dan pasangan memang hidup dari masa lalu, tapi tidak bisa hidup dengan masa lalu. Artinya, bila memang masa lalu yang buruk seharusnya kamu dan si dia menyimpannya dalam-dalam.

Tidak perlu diungkit-ungkit kembali, agar tidak menimbulkan rasa sakit dan trauma akan kejadian buruk tersebut. Demi mempertahankan hubungan kamu dan si dia hanya cukup mengingat satu saja memori indah bersama. Dengan begitu kamu akan mengembalikan lagi perasaan bagaimana dahulu kamu jatuh cinta kepada pasangan.

Berusaha untuk Mengubah Pasangan

Poinnya dalam kasus ini, bagaimana pun kamu berusaha kamu tidak akan bisa mengubah seseorang agar tidak terjebak dalam kesalahan dalam menjalin hubungan. Pastinya akan ada hal yang kamu kurang suka dari pasangan. Namun, semua itu bukan lantas harus kamu ubah, yang bisa kamu lakukan adalah menerima dirinya.

Solusi: Mencintai adalah perihal memberi, bukan mengubah. Ingatkan dirimu lagi bahwa tak ada orang yang sempurna. Hargai setiap kualitas baik dan buruk yang dimilki oleh pasanganmu. Bila ada tindakan atau kata-kata yang menyakiti dirimu atau si dia, sebaiknya beri tahu dia bahwa itu menyakitimu bukan lantas mengritik dan ingin mengubahnya.

Perilaku Mengontrol

Dalam membina hubungan keluarga, posisi pria memang sebagai kepala keluarga. Sebagai kepala tugasnya adalah seperti pemimpin. Namun, apa pemimpin harus mengontrol? Hubungan yang sehat seharusnya berdasar pada kesetaraan. Mencoba mengontrol pasanganmu adalah hal yang tidak adil. Kamu dan pasangan sudah dewasa untuk menentukan keputusannya masing-masing.

Solusi: Ada batasan yang hampir tipis antara menjadi sumber pemberi saran atau pensihatnya dengan tindakan dominan. Kamu bisa memberi saran mengenai hal apa pun yang ia tanyakan padamu. Namun, kamu tidak bisa memaksanya untuk melakukan sesuai kehendakmu.

Kekerasan

Satu hal ini, sudah menjadi rahasia umum sekali yang terjadi dalam hubungan rumah tangga. Sayangnya, setiap kejadian ini baru diketahui setelah korbannya akhirnya mau bersuara dan membongkar kekerasan yang ia alami di dalam rumah. Kekerasan dalam hal apa pun termasuk fisik, mental, psikis, atau verbal adalah suatu hal yang tak bisa ditoleransi.

Baca juga: Perkuat Hubungan Intim Dengan 5 Gerakan Yoga Bersama Pasangan

Solusi: Sebaiknya, jangan pernah berkompromi, menyangkal, atau membuat alasan yang selalu membenarkan perilaku abusive pasangan. Kamu sebagai pria atau pasangan bisa saja menjadi korbannya. Hal terpenting adalah jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas kejadian ini. Sebelum lebih parah, carilah bantuan dari keluarga terdekat dan pikirkan kembali hubungan yang sudah tidak sehat tersebut.

Setiap upaya menjalin hubungan akan berjalan dengan baik bila kedua belah pihak berusaha bersama untuk menjaga agar terhindari dari kesalahan dalam menjalin hubungan. Kamu dan pasangan harus mengingat-ingat hal-hal yang harus dihindari di atas, untuk tetap menjaga hubungan yang sehat dan langgeng.